fbpx

Penjual Bendera Merah Putih Mulai Ramai Di Pekanbaru

Penjual bendera merah putih mulai memadati kota Riau sejak 2 hari yang lalu.mereka mulai menjajakan dagangan nya untuk menyambut hari

Kemerdekaan republik Indonesia.walaupun di tengah pandemi DAN PPKM.Berdasarkan pantuan ANTARA di Pekanbaru, Senin, penjual bendera mulai bermunculan di Jalan Yos Sudarso, Ahmad Yani, Sudirman dan Jalan Arifin Achmad. Sejumlah pedagang merasa was-was penjualan tahun ini bakal sepi karena pandemi COVID-19.

“Saya sudah mulai berjualan dari akhir bulan Juli, memang masih sepi pembeli mungkin karena dampak pandemi. Semoga saja masih ada rejeki sampai tanggal 17 Agustus,” kata seorang penjual bendera, Neli (40).

Agar calon konsumen tidak ragu membeli, Neli selalu menyiapkan masker ketika melayani pembeli. Ia berharap tidak sampai tertular Virus Corona saat berjualan.

“Pakai masker supaya kita merasa aman,” ujarnya.

Seorang pedagang lainnya, Endrik (27), mengatakan hampir semua penjual bendera adalah pedagang musiman. Mereka mengambil bendera dan umbul-umbul dari distributor besar dan menjualnya secara eceran di tepi jalan.

“Kita mengambil keuntungan minimal Rp5 ribu dari setiap penjualan,” ujarnya.

Niken (25) yang juga penjual mengatakan harga bendera dan umbul-umbul tidak ada kenaikan karena takut sepi pembeli. Harga jual bendera tergantung jenis dan ukurannya.

Untuk bendera merah-putih ukuran standar harganya Rp25 ribu, sedangkan yang besar Rp45 ribu per buah. Sedangkan untuk bendera merah-putih plastik dijual sekantong seharga Rp20 ribu.

“Untuk bendera yang motif bergelombang dijual per meternya Rp30 ribu,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Riau Syamsuar meminta setiap warga dan seluruh instansi mulai memasang bendera dan pernak-pernik untuk menyambut HUT RI mulai tanggal 1 Agustus. Tahun ini akan tetap ada upacara bendera untuk merayakan HUT ke-75 RI, namun tidak digelar ramai-ramai karena ada pandemi COVID-19.

“Peringatan HUT RI pada 17 Agustus tak bisa dilaksanakan seperti sedia kala. Upacara bendera tetap dilaksanakan tapi tidak boleh seramai biasanya,” kata Syamsuar.